Ngobrol dengan marketing kami?
Chat dengan marketing RumahIslami.id
Al-Imam al-Auza’i rahimahullah : الوعد بقول : إن شاء الله ، مع إضمار عدم الفعل نفاق. “Termasuk kemunafikan, seseorang berjanji dengan mengucapkan insyaAllah, padahal di balik ucapan itu ia sendiri tidak mau memenuhinya.” __________________ Jami’ul Ulum wal Hikam, 2/482

RumahIslami.id hanya memasarkan produk properti syariah tanpa bank, tanpa riba, tanpa menyalahi hukum Islam. Dengan penyeleksian yang ketat dan sedemikian rupa agar dapat menghadirkan perumahan syariah yang aman yang bisa Anda pilih.
RumahIslami.id hanya memasarkan produk properti syariah tanpa bank, tanpa riba, tanpa menyalahi hukum Islam. Dengan penyeleksian yang ketat dan sedemikian rupa agar dapat menghadirkan perumahan syariah yang aman yang bisa Anda pilih.
Loading...

Senin, 03 Mei 2021

Memahami Riba Jahiliyah dan Contohnya Dalam Kehidupan di Masa Kini


 Riba merupakan salah satu bentuk yang sering kita temui di dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya dalam hal transaksikeuangan baik di Bank maupun Non Bank dalam hal ini adalah dalam kaitannya utang piutang. Tidak boleh bekerja di bank karena bank pasti bermuamalah dengan riba. Jika demikian jika seseorang bekerja di bank, maka terdapat bentuk tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Allah Ta’ala telah berfirman,


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ


“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al Maidah: 2)


Juga terdapat hadits shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.” (HR. Muslim dalam Al Masaaqoh, Bab Orang yang Memakan Riba –yaitu rentenir- dan Orang yang Memberi makan riba –yaitu nasabah-)

Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 17/428

Praktek ribawi seperti ini telah ada dan tumbuh subur di zaman jahiliyah.


Apa sebenarnya Riba Jahiliyah itu ?

Riba jahiliyah adalah utang yang dibayar melebihi pokoknya akibat peminjam tidak bisa melunasinya tepat waktu.

Yaitu riba (tambahan) yang terjadi akibat pembayaran yang tertunda pada akad tukar-menukar dua barang yang tergolong ke dalam komoditi riba, baik satu jenis atau berlainan jenis dengan menunda penyerahan salah satu barang yang dipertukarkan atau kedua-duanya (Majmu’ Fatawa al-Lajnah ad-Da’imah, 13/263 dan ar-Riba ‘Illatuhu Wa Dhawabituhu, oleh Dr. Shaleh bin Muhammad as-Sulthan, 8).

Dimana Riba pada jenis ini biasa terjadi pada akad perniagaan dan utang-piutang. Di dalam perniagaan misalnya pertukaran antara emas baru dengan emas lama yang memiliki berat yang sama. Akan tetapi di dalam transaksinya terjadi penundaan serah terima, dimana baru bisa diterima dalam 1 bulan.

Sedangkan contoh dalam hal utang-piutang, misal A meminjamkan uang pada B senilai Rp 2.000.000 dengan akad jatuh tempo yang telah disepakati bersama. Namun pada saat jatuh tempo A belum bisa mengembalikan ke B dengan suatu alasan, maka B memberi kan tambahan waktu jatuh tempo dengan meminta tambahan uang dari nilai uang sebesar Rp 2.000.000 sebagai denda karena A tidak dapat mengembalikan sesuai jatuh tempo yang telah disepakati sebelumnya. Dan hal ini sering terjadi di dalam kehidupan kita saat ini.


Dan terlihat miris  dengan riba zaman sekarang, praktik riba di bank justru menetapkan riba sejak awal perjanjian. Meskipun nasabah mampu membayar utang tepat waktu, ia tetap saja harus membayar biaya tambahan (riba). Sehingga bisa jadi kekeliruan yang dilakukan manusia zaman sekarang sebenarnya lebih parah dibandingkan dengan masyarakat jahiliyah.

“Maka disebabkan kezhaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (Qs. an-Nisa’: 160-161).

Semoga kita semua di mudahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam setiap urusan dan semoga selalu mendapatkan pertolongan dan hidayah Nya.


Wallahu  a'lam.

RumahIslami.id hanya memasarkan produk properti syariah tanpa bank, tanpa riba, tanpa menyalahi hukum Islam. Dengan penyeleksian yang ketat dan sedemikian rupa agar dapat menghadirkan perumahan syariah yang aman yang bisa Anda pilih.
Ingin dapat informasi tentang produk property? Klik
Chat via Whatsapp dengan marketing RumahIslami.id

VIDEO

Contact

Hubungi Kami

Jika anda memiliki pertanyaan seputar Property Syariah, anda dapat menghubungi bagian marketing kami.

Alamat

Lumbu Tengah Raya No.29 RT 07 RW 28 Kelurahan Bojong Rawalumbu Kecamatan Rawalumbu Bekasi

Jam Kerja:

Senin - Jumat dari 9am hingga 5pm

Hubungi: Fauzul
Hubungi: Cecep

Agar tetap diteguhkan hati ingatlah sebuah do’a yang selalu dibaca oleh Nabi. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengatakan bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah doa, « يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ » “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik” artinya ‘Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu’ (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi, lihat pula Shohihul Jami’)
RumahIslami.id hanya memasarkan produk properti syariah tanpa bank, tanpa riba, tanpa menyalahi hukum Islam. Dengan penyeleksian yang ketat dan sedemikian rupa agar dapat menghadirkan perumahan syariah yang aman yang bisa Anda pilih.

PROYEK KAMI